Sunday, 2 September 2012

BIOGAS untuk Perempuan

“Institute Social and Economic Change (ISEC) Riau berinisiatif untuk menjembatani celah antara meningkatnya beban perempuan karena kelangkaan sumber energi dan melimpahnya sumber bahan bakar alternatif di sekitar kampung. ISEC memperkenalkan teknologi biogas dari kotoran sapi untuk memenuhi kebutuhan energi untuk memasak sehari- hari keluarga dan untuk membangkitkan tenaga listrik.”


Perempuan dan Energi


Perempuan berperan besar dalam pengaturan penggunaan energi dalam rumah tangga. Kelangkaan sumber energi untuk keperluan keluarga acap dibebankan pada perempuan. Sering kali terlihat perempuan mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter minyak tanah untuk kebutuhan keluarga. Kondisi ini menyebabkan waktu dan beban kerja perempuan semakin berat.

Ketersediaan sumber energi alternatif yang ada di lingkungan sekitar sering diabaikan oleh masyarakat. Ketidaktahuan masyarakat dan rendahnya penguasaan teknologi menyebabkan banyak sumber energi yang terbuang percuma. Contoh paling dekat adalah kotoran sapi, limbah peternakan sapi yang tersedia dimana- mana. Masih sedikit orang yang mengetahui bahwa kotoran tersebut bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Institute Social and Economic Change (ISEC) berinisiatif untuk menjembatani celah antara meningkatnya beban perempuan karena kelangkaan sumber energi dan melimpahnya sumber bahan bakar alternatif di sekitar kampung. ISEC memperkenalkan teknologi biogas dari kotoran sapi untuk memenuhi kebutuhan energi untuk memasak sehari-hari keluarga dan untuk membangkitkan tenaga listrik. ISEC percaya bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan meningkatkan taraf hidup. Pendekatan ini akan menjadi teladan bagi masyarakat lain bahwa ketergantungan pada bahan bakar minyak dapat dikurangi dengan menggunakan bahan bakar alternatif yang melimpah di sekitar kampung.

Mengapa Biogas?

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari penguraian bahan organik dalam kondisi anaerob oleh bakteri- bakteri pengurai. Gas yang dihasilkan adalah campuran berbagai gas seperti karbon dioksida dan metana yang dapat terbakar sehingga dapat digunakan untuk memasak dan menjalankan mesin. Selain gas, dihasilkan pula pupuk organik sebagai hasil sampingan.

Bahan baku biogas dapat ditemukan secara melimpah dimana-mana hampir tanpa mengeluarkan biaya. Kotoran ternak seperti sapi, babi, kambing bahkan kotoran manusia bisa digunakan. Selain itu limbah sayur-sayuran, eceng gondok, dan limbah pabrik tahu serta pabrik minyak kelapa sawit juga bisa digunakan untuk bahan pembuat biogas.


Biogas untuk Perempuan

Proyek Biogas untuk Perempuan ini bertitel resmi “Cow manure: Sustainable And Green Energy Development To Support Economy And Community Welfare in Suka Maju Women’s Group, Teluk Meranti, Riau-Indonesia”. Didanai oleh program Energy and Environment Partnership for Indonesia (EEP), program kerjasama pemerintah Finlandia melalui Kementrian urusan luar negeri (Ministry for Foreign Affairs of Finland) dan Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral di bawah Direktorat Jendral Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi.




Kelompok Sasaran

Kelompok sasaran proyek ini adalah anggota kelompok perempuan Sukamaju Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau. Kelompok ini memiliki 30 orang anggota yang kesemuanya adalah ibu rumah tangga dan perempuan muda.

Tujuan dan Sasaran Proyek

Tujuan utama proyek ini adalah untuk meningkatkan akses terhadap energi terbaharukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap potensi sumber energi terbaharukan khususnya bagi masyarakat desa Teluk Meranti dan desa lain di Riau.

Sasaran proyek ini adalah:

- meningkatnya produktifitas perempuan anggota kelompok

- terciptanya lapangan kerja

- meningkatkan tingkat ekonomi anggota kelompok perempuan Sukamaju

- meningkatnya kesadaran tentang pemanfaatan teknologi biogas skala kecil untuk kebutuhan energi memanfaatkan kotoran ternak dan limbah lainnya.

Luaran Proyek

Luaran yang akan dihasilkan pada akhir proyek ini adalah:

1. Anggota kelompok Sukamaju terlatih untuk mengoperasikan instalasi biogas skala kecil di lingkungannya

2. Empat unit reaktor biogas kapasitas 5000 liter terpasang dan dimanfaatkan untuk kebutuhan energi anggota kelompok

3. Empat unit reaktor biogas beroperasi menghasilkan energi untuk memasak dan membangkitkan tenaga listrik serta menghasilkan pupuk organik

4. Produktivitas anggota kelompok meningkat dengan penggunaan energi biogas

Pendekatan Proyek

Proyek ini menggunakan pendekatan partisipatif melibatkan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan tujuan proyek. Proyek akan dimulai dengan konsultasi dan penyebaran informasi tentang teknologi biogas dan kemungkinan untuk diterapkan di lokasi proyek.

Masyarakat akan membangun sendiri reaktor biogas dengan bantuan tenaga ahli dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Sebelumnya, tenaga ahli memberikan pelatihan tentang konstruksi dan perawatan reaktor biogas. Dengan pendekatan partisipatif, diharapkan kegiatan ini akan tetap terpelihara dan berkembang setelah masa proyek berakhir.

1 comment: